Megathrust zafir

Zafir 

x rpl 2 

no absen 29



Pegertian

Megathrust adalah zona sesar besar yang terbentuk di batas konvergen antara dua lempeng tektonik—biasanya ketika lempeng samudra menyusup (subduksi) di bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain. Permukaan interplate yang luas dan miring itulah yang disebut bidang megathrust; area ini mampu menyimpan energi elastis dalam jumlah sangat besar ketika kedua lempeng “terkunci” bersama untuk waktu lama. Ketika kunci (lock) itu akhirnya terlepas, energi dilepaskan secara mendadak sehingga menghasilkan gempa dengan magnitudo sangat besar—sering ≥ M8 dan kadang sampai M9 atau lebih—dengan area ruptur yang dapat membentang puluhan hingga ribuan kilometer.

Penyebab

Secara mekanisme, megathrust bekerja lewat akumulasi regangan elastis pada muka subduksi. Bagian yang terkunci menahan pergerakan relatif lempeng sehingga tekanan dan deformasi terakumulasi; pelepasan terjadi dalam bentuk ruptur yang merambat sepanjang antarmuka lempeng (stick-slip). Hiposenter gempa pada peristiwa megathrust biasanya relatif dangkal (umumnya kurang dari \~50 km), sehingga perpindahan vertikal dasar laut sering besar—inilah yang menjadi penyebab utama tsunami besar. Karena ruptur bisa sangat panjang dan berlangsung berpuluh-puluh detik sampai menit, getaran yang dirasakan bisa lama dan intens, serta memicu longsoran bawah laut, likuifaksi, dan perubahan topografi pantai (pengangkatan atau penurunan muka tanah).

Dampak

Dampak megathrust bersifat sangat merusak dan sering berskala lintas-negara karena tsunami yang dihasilkan dapat menempuh jarak ribuan kilometer. Contoh bencana megathrust yang terkenal misalnya Gempa dan Tsunami Samudra Hindia 26 Desember 2004 (Sumatra–Andaman), Gempa Tohoku, Jepang 11 Maret 2011, dan Gempa Chile 22 Mei 1960 yang tercatat sebagai gempa terbesar yang pernah terekam. Selain tsunami, efek langsung gempa megathrust meliputi kerusakan bangunan dan infrastruktur akibat getaran panjang, korban jiwa, gangguan ekonomi jangka panjang, serta perubahan permanen pada garis pantai dan sistem sungai.

Cara mitigasi

Untuk mitigasi, pendekatannya kombinasi teknis dan non-teknis: pemantauan seismik dan geodetik (jaringan seismometer dan GPS) untuk mendeteksi deformasi; sensor tekanan dasar laut (mis. DART) dan sistem peringatan tsunami; sistem peringatan dini gempa/tsunami di tingkat nasional/wilayah; perencanaan tata ruang zona pantai, desain bangunan yang tahan gempa (memperhatikan gerakan periode panjang), jalur dan titik evakuasi yang jelas; serta pendidikan publik dan latihan rutin. Karena megathrust menghasilkan bahaya yang cepat dan meluas, kesiapsiagaan masyarakat (ketahui rute evakuasi, lakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi setelah merasakan gempa kuat atau melihat laut surut mendadak) sering menjadi faktor penentu keselamatan.

Untuk terahir ini adalah hal yang saya lakukan jika ada megathrust 

  1. Tetap tenang
  2. keluar rumah saat guncangan masih kuat
  3. jauhi benda berbahaya
  4. Ikuti jalur evakuasi resmi
  5. Bawa perlengkapan darurat
  6. Gunakan informasi resmi
  7. Bantu orang lain
  8. Tetap waspada pasca gempa
  9. Lindungi diri
  10. Telpon orang tua untuk check mereka tidak kecewa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mawar-rpl2

๐“ก๐“ฒ๐“ท๐“ช ๐“ญ๐“ช๐“ท ๐“˜๐“ญ๐“ธ๐“ต๐“ช๐“ท๐”‚๐“ช

๐–’๐–Š๐–Œ๐–†๐–™๐–๐–—๐–š๐–˜๐–™❓